Bagi segelintir penduduk negara miskin yang sempat menikmati klinik-klinik modern

Peralatan yang bekerlanya tak begitu baik serta penggunaan obat untuk penyakit diabetes basah yang melampaui batas merupakan hal yang biasa terjadi. Menciptakan penerangan listrik dengan tenaga nuklir berarti memperbanyak sumber kondisi baru yang mengionkan ke tengah-tengah masyarakat. Jika memang rencana-rencana yang lebih iuhur dari tenaga nuklir akan terwujud – yang kini nampaknya hanya punya sedikit kemungkinan – dalam beberapa puluh tahun terakhir dunia akan dipenuhi dengan ribuan pusat tenaga nuklir serta sekian fasilitas pengolahan kembali, dan diselang-selingi denganjalur-jalur pengangkutan bahan bakar dan buangan radioaktif. Oleh karena persediaan bahan-bahan uranium berkurang, banyak negara yang mungkin akan mulai membangun reaktor “pembiak” (“breeder”) yang menciptakan lebih banyak bahan bakar reaktor daripada yang mereka butuhkan. Plutonium yang dihasilkan oleh pembiak bahan bakar adalah salah satu dari zat paling berbahaya yang dikenal.

klinikTambahan pula, ia akan tetap berbahaya selama ratusan ribu tahun dan merupakan bahan utama bagi bom nuklir. Sekalipun tak ada kekeliruan mekanis atau kekeliruan manusiawi, operasi pusat tenaga nuklir dari hari ke hari – termasuk penambangan dan pengolahan uranium, operasi pusat tenaga, pengolahan kembali bahan bakar nuklir serta pengangkutan dan penyimpanan bahan bakar dan buangan radioaktif – juga membocorkan bahan-bahan tersebut ke dalam lingkungan. Jika produksi tenaga nuklir akan dikembangkan sejauh yang dikehendaki oleh para penganjurnya, menjelang akhir abad ini polusi-polusi yang “direncanakan” seperti itu mungkin akan mengakibatkan ratusan atau puluhan ribu kematian karena kanker atau perubahan genetis setiap tahun di dunia.

Besarnya jumlah korban akan tergantung pada besarnya kebocoran dan daya racun dari berbagai bahan radioaktif yang terlibat di dalamnya. Penyebaran radioaktif secara tak disengaja sangat mencemaskan para penentang tenaga nuklir. Tiap sistem yang rumit pasti mengandung bahaya, dan tak seorang manusia pun yang selamanya tak pernah melakukan kesalahan. Kemungkinan tedadinya ledakan nuklir pada pusat tenaga kecil sekali, akan tetapi suatu kecelakaan di mana radiasi teriepas mempunyai kemungkinan lebih besar. Kini, dengan adanya hampir duaratus reaktor yang beroperasi dalam masa yang relatif singkat, beberapa kali kecelakaan nyaris terjadi dan itu membuat para pengecam nuklir sangat gelisah.