Cara untuk menguji kekuatan otot

Otot2 ekstensor:

Pasien berbaring “supine”. Tungkai ditekuk pada sendi lutut, lalu pasien disuruh meluruskan tungkainya. Si pemeriksa menahan pergerakan itu dengan menekan pergelarrgan kaki pasien.

Otot2 fleksor:

Pasien berbaring “supine” dengan tungkai ditekuk separoh pada sendi lutut. Kemudian pasien disuruh merrekukkan tungkainya lebih lanjut sedangkan si pemeriksa mendhan Dergerakan ltu dengan menarik pada pergelangarr kaki pasien.

MENGUJI OTOT2 YANG MELAKUKAN PERGERAKAN PADA SENDI KAKI

Untuk rnenreriksa secara rutin cukuplah apabila pergerakan dorso darr plantarfleksi kaki diperiksa. Untuk dorsofleksi yang bekerja adalah ctot tibialis anterior (L.4 L.5 S.1 n. peroneus) dan untuk plantarfleksi otot2 gastroknemius, soleus dan plantaris (L.4 L.5 S.1). Cara menguji kekuatan otot2 tersebut di atas ialah sebagai berikut:

Otot2 dorcofleksi kaki:

Pasien berbaring “supine” dengan tungkainya lurus, kemudian pasien disuruh melakukan dorsofleksi kaki, sedangkan tenaga pemeriksa yang menahan pergerakan itu ditempatkan pada dorsum kaki pasien.

Otot2 plantarfleksi kaki:

Pasien berbaring “supine” dengan tungkai lurus, kemudian pasien disuruh melakukan plantarfleksi kakr, si pemeriksa menahan pergerakan itu dengan menekan pada telapak kaki pasien.

MENGUJI OTOT2 YANG MELAKUKAN DORSOFLEKSI D,AN PLANTARFLEKSI JARI2 KAKI

Pergerakan jari2 kaki tidak setangkas pergerakan iari2 tangan. Fleksi ibu jari kaki selalu disertai oleh fleksi jari kaki ke-2 dan’seringkali juga oleh jari kaki ke-3. Maka pemeriksaan rutin cukup lengkap, apabila diteliti otot2 ekstensor digitorum longus dan brevis berikut otot ekstensor halusis longus dan brevis serta otot2 fleksor halusis longus dan brevis. Teknik untuk menguji kekuatan otot2 tersebut ialah sebagai berikut.

Otot fleksor:

Pasien disuruh merrekukkan jari2 kakinya sedangkan si pemeriksa menahan pergerakan itu dengan menekan pada ujung2 jari kaki bagian plantar.

Otot2 ekstensor:

Si pemeriksa rnenekan pada bagian dorsal ujung2 jari kaki pasien yang diminta supaya melakukan dorsofleksi jari2 kakinya.

  • MENGUJI GERAKAN KOORDINASI

Walaupun sekelompok otot mempunyai tenaga yang cukup, belumlah berarti bahwa kelompok otot tersebut bisa melakukan pergerakan yang tangkas dan lancar. Pergerakan yang berjalan lancar dan berkualitas tangkas adalah pergerakan berbagai otot yang bekerja sama secara sempurna. Dengan perkataan lain, untuk mewujudkan suatu pergerakan yang tangkas otot2 harus bekerja secara koordinatif. Baca informasi seputar obat diabetes tradisional yang ampuh hanya di sini.