Konsumsi serat kasar bisa menyembunyikan kaitan yang sesungguhnya

seratAkibat dari kehadiran yang singkat tapi sering dari zat, ini bisa sama dengan kehadiran yang lebih jarang tapi lebih lama. Dari semuanya, yang paling kuat menyerang teori ini ialah hasil-hasil penelitian yang membandingkan sejumlah menu dengan tingkat kanker pada berbagai penduduk. Sementara kanker perut memang cenderung untuk jauh lebih umum di negara-negara yang menunya mewah dibanding dengan di negara-negara sedang berkembang, suatu perbandingan penduduk di tiga puluh tujuh negara tidak mengungkapkan korelasi statistik yang berarti antara konsumsi serat kasar rata-rata dengan tingkat kanker usus besar. Sama halnya, suatu studi mengenai naiknya tingkat kanker usus besar di kalangan imigran Jepang beserta anak-anak mereka di Hawaii tak berhasil mengungkapkan korelasi statistik antara konsumsi serat kasar pada menu dengan arah gejala kanker.

Tapi kasus hubungan kebetulan antara serat kasar dengan kanker akan tetap lemah, selama perbandingan-perbandingan statistik tidak mengungkapkan suatu pertalian yang berarti. Hipotesa yang menyatakan bahwa konsumsi lemak yang lebih tinggi dan bukan konsumsi serat kasar yang lebih rendah yang menyebabkan kanker perut bersandar pada landasan-Iandasan empiris yang lebih kuat. Beberapa ahli menandaskan bahwa makanan-makanan kaya-lemak mengubah komposisi bakteri usus dan merangsang produksi asam empedu yang dirubah menjadi bersifat karsinogen dalam usus besar. Perbandingan tigapuluh tujuh negara yang disebutkan di atas mengungkapkan bahwa tingkat konsumsi lemak dan konsumsi protein hewani mempunyai korelasi yang lebih jelas dengan tingkat kanker usus-besar daripada sekian variable lainnya yang bisa diukur.

Kanker payu dara muncul di seluruh dunia hampir dalam pola yang persis sama dengan kanker perut. Ia menyerang lebih banyak kaum wanita di Amerika Serikat dan Eropa Barat daripada penyakit lain mana pun, tapi rialam perbandingan, itu cukup langka di dunia berkembang. Sementara kaum wanita Jepang jarang tertimpa tttmor payu dara, kemungkinan demikian akan meningkat kalau mereka pindah ke Amerika Serikat dan mendapatkan suatu cara hidup baru. Korelasi internasional yang ketat antara tingkat kanker perut dengan tingkat kanker payu darajarang sekali bersifat kebetulan. Kedua tingkat tersebut nampaknya terikat pada gaya hidup Barat, dan faktor-faktor menu makin diperkirakan sebagai suatu penyebab yang penting dari kanker payu dara.