Penggantian Alat-Alat Tubuh Yang Terkena Penyakit Dengan Pemindahan (Pencangkokan) Jaringan

2014.04.112.Transplantasi ginjalSehat telah lama menjadi masalah dalam dunia kedokteran, tetapi kesulitan salam berbagai tingkat pengertian timbul untuk mengatasi penolakan cangkokan oleh tubuh yang tidak kooperatif. Sebelum kita bicarakan asal-usul dan pengertian yang tersimpul pada fenomena penolakan ini, adalah sangat bermanfaat bila kita jelaskan terlebih dahulu istilah-istilah yang terpakai pada penanganan diabetes melitus terbaru pencangkokan antar individu dan spesies:

Autograf – jaringan yang dicangkokkan kembali pada donor itu sendiri.

Isograf – pencangkokan antar individu yang singeneik (yakni individu yang singeneik(yakni individu yang mempunyai susunan genetik identik), misalnya saudara kembar identik atau tikus-tikus yang berasal dari satu garis keturunan yang betul-betul sama.

Alograf (istilah lama, homograf) – pencangkokan antarindividu yang alogeneik (yakni anggota-anggota dari satu spesies tetapi punya susunan genetik yang berbeda), misalnya dari manusia ke manusia atau turunan tikus pada tikus dari turunan lain.

Xenograf (heterograf) – pencangkokan antar individu yang xenogenik (yakni yang berasal dari lain spesies) misalnya dari babi ke manusia.

Disini yang banyak kita bicarakan adalah reaksi alograf, meskipun suatu ketika nanti mungkin saja akan digunakan cangkokan yang berasal dari spesies lain. Cara pencangkokan alograf yang sering digunakan adalah transfudi darah dalam hal kegagalan-kegagalan sebagai akibat-akibat ketidakcocokan sudah banyak diketahui. Reaksi penolakan terhadap pencangkokan jaringan padat seperti kulit telah mengambil perhatian besar dan rangkaian peristiwanya merupakan bahan penulisan berharga. Pada tikus-tikus misalnya cangkokan kulit homograf tumbuh dan mendapat aliran darah dalam,beberapa hari. Antara tiga sampai sembilan hari peredaran darah sedikit demi sedikit berkurang dan terjadi peningkatan infiltrasi sel-sel limfosit dan monosit tetapi dengan sedikit sekali sel-sel plasma pada dasar cangkokan.

Kematian jaringan mulai dapat dilihat secara makroskopik dan dalam waktu sekitar sefurri jaringan cangkokan akan mengelupas seluruhnya. Ini telah diperlihatkan dengan cara percobaan mengawinkan silang antartikus dari turunan yang berbeda. Turunan tikus tersebut akan selalu dapat menerima pencangkokan antarmereka, seharusnya mereka ini adalah homozigot untuk gen-gen pencangkokan. Dianggap bahwa galur A dan B tersebut mempunyai gen-gen alelik yang berbeda pada satu lokus. Pada setiap peristiwa gen-gen paternai dan maternal akan identik dan mempunyai suatu susunan genetik, misalnya masing-masing adalah AA dan BB.