Praktek standar kesehatan yang diterima jauh lebih kurang diwujudkan di amper-negara miskin

Organisasi Kesehatan Sedunia telah mempersoalkan tantangan kesehatan khusus yang lama diabaikan akibat kegiatan industry-industri kecil di amper-negara kaya maupun miskin. Seperti dikatahan oleh WHO, dua-pertiga dari seluruh pekerja amper y dan pertambangan di dunia dipakai oleh perusahaan-perusahaan yang masing-masingnya mempekerjakan tak sampai seratus orang pekerja – perusahaan-perusahaan seperti suatu usaha pengolahan jerami di Mesir, sebuah usaha pencairan timah-hitam-bekas di Nigeria, sebuah penggilingan padi di Burma, atau sebuah pertambangan batu-bara milik keluarga di Amerika Serikat. Industri-indusrti kecil tersebut yang terkadang tak lebih dari usaha pada halaman belakang rumah jarang sekali menyediakan jasa-jasa kedokteran, dan amper y g dengan perusahaanpeerusahaan besar para majikannya jarang sekali mengikuti perkembangan teknologi dan riset kesehatan pekerjaan. lebih jelasnya kliknlink ini http://obatpenyakitdiabetes.org/ini-dia-obat-herbal-penyakit-diabetes-melitus/

Logo-WHO

“para pekerja dalam amper y-industri kecil ini amp saja kita sebut massa yang terlupakan,” tulis Dr. Ma El Batawi dari WHO, “karena masalah kesehatan mereka jaiang sekali diperhatikan oleh para perencana kesehatan dan mereka hanya mendapatkan sedikit perhatian dari pihak-pihak yang mengatur perburuhan. Tapi, di banyak amper, amper y-industri demikian merupakan tulangpunggung perekonomian masyarakatnya.” Masalah penyakit pekerjaan yang menyerang kaum wanita merupakan kategori kesehatan lain yang telah diabaikan baik oleh amper-negara kaya maupun miskin. Di banyak tempat di dunia kaum wanita menckup 20 sampai 50 persen dari seluruh angkatan kerja nasioanal, amper semua studi kedokteran hanya mempersoalkan kaum pria, dan tak banyak yang kita ketahui tentang perbedaan pengaruh zat-zat beracun tertentu masing-masing atas kaum pria dan kaum wanita.

Setengah abad sebelumnya, tersebarnya penerbitan mengenai perlakuan-perlakuan tak wajar atas kaum wanita (dan anak-anak) di tempat-tempat pekerjaan telah melahirkan undang-undang yang dirnaksudkan buat melindungi jenis kelamin “yang lebih lemah, Sementara ada juga di antara undang-undang itu yang memang berhasil meniadakan kondisi-kondisi yang berbahaya bagi pekerja, yang lain-Iainnya telah membangkitkan diskriminasi yang tak perlu berdasarkan anggapan-anggapan keliru tentang kemampuan jasmani kaum wanita. Namun, dewasa ini diajukan berbagai pertanyaan baru yang membangkitkan kemarahan tentang kesehatan pekerjaan kaum wanita karena semakin banyak dari mereka yang terkena zat-zat beracun, dan pengetahuan medis kita mengenai zat-zat beracun semakin berkembang.