Sebagai pelopor dari Revolusi Industri, Britania Raya juga menjadi pengotor udara terkemuka

London terkenal dengan kabut ,sop kapri”nya suatu gejala non-alamiah yang bagi Dickens merupakan lambang dari penyakit jiwa dan semakin memperkuat misteri yang diciptakan oleh Sherlock Holmes, meskipun mempersingkat usia penduduk London. Ada orang yang memperkenalkan kata paduan “smog” sebagai hasil dari gabungan kota smoke(asap) dan fog (kabut yang demikian sering mencengkeram kota-kota besar di Inggris. Di pusat-pusat industri seperti pittsburgh, pennsylvania, pemandangan menjadi begitu legam sehingga para pengemudi mobil ada kalanya terpaksa menyalakan lampu moUilnyiai siang hari. Udara yang penuh asap dan campuran obat-obatan untuk penyakit diabetes yang kini kita kenal sebagai penyebab berbagai penyakit kanker dan pernafasan niscaya telah banyak mengakibatkan kematian dan penyakit.

Dampak-Polusi-UdaraTapi biaya-biaya kesehatan akibat polusi udara padi awal jaman industri belum pernah diukur selama ini. Penurunan secara dramatis dari tingkat mortalitas akibat penyakit-penyakit menular selama periode ini – suatu hasil dari kemajuan di bidang sanitasi dan gizi dengan mudah membuat kita lalai terhadap pengaruh negatif apapun yang diakibatkan oleh udara kotor. Akan tetapi tak dibutuhkan penelitian ilmiah yanghebat guna memastikan bihwa beratnya polusi udara mengurangi mutu kehidupan. pada tahun 1930-an dan 1940-an, banyak kota besar, seperti St. Louis dan Pittsburgh, melaksanakan serangkaian program pengawasan asap dengan sangat berhasil. contbh itu diikuti oleh London setelah kabut yang kejam menyerang di tahun 1952 dan membuat sekitar empat ribu orang meninggal lebih cepat di kota itu.

Di kota-kota besar seperti ini, asap dan jelaga ternyata lebih mudah dikendalikan dibanding dengan berbagai polusi lain yang tak begitu jelas kelihatan. Hingga pertengahan abad keduapuluh, asap dan campuran sulfur diseartikan dengn polusi udara. Begitulah maka di iahun 1943, tatkala penduduk Los Angeles mulai mengeluh atas kabut biru-muda yang sering muncul dan memerihkan mata, para ahli polusi yang berkunjung dari kota-kota besar di sebelih timur mengkambing hitamkan dioksida sulfur. Tapi meskipun buangan dioksida sulfur dari industri sudah ditekan serendah-rendahnya berkat undang-undang pengendalian polusi dari negara, kabut itu toh tetap saja muncul dan bahkan semakin sering.