Teori-teori Mengenai Sintesa Antibodi

Teori Instruktif

2123Kemampuan binatang untuk membentuk antibodi terhadap penentu-penentu seperti dinitrobenzena dan asam sulfanilat, yang tidak lazim terdapat dalam alam, menyebabkan kesukaran untuk menerima pemikiran berdasarkan pandangan Ehrlich bahwa tubuh memiliki antibodi yang sudah terbentuk terlebih dahulu dan produksinya hanya ditingkatkan dengan masuknya antigen. Sebaliknya perhatian dialihkan pada teori-teori dalam mana antigen berperan sebagai suatu cetakan sekeliling mana suatu rantai y-globulin yang baku dan belum terlipat dapat dibentuk sesuai dengan bentuk yang ada. Molekul tersebut akan ditetapkan dalam bentuk ini dengan bantuan hubungan disulfida, ikatan hidrogen dan sebagainya; bila dipisahkan dari cetakannya maka molekul tersebut akan memiliki suatu tempat penggabung yang khas untuk antigen (Gambar 4.1).

Teori Selektif

Suatu pandangan lain menyatakan bahwa keterangan yang diperlukan untuk membentuk pelbagai antibodi sudah terdapat dalam susunan genetika. Gen yang cocok untuk suatu antibodi tertentu dipilih dan “dihidupkan” pada waktu terjadi kontak antara sel dengan antigen, dan melalui rekamari dan terjemahan ARN carakayang sesuai, dibentuklah rantai-rantai peptida imunoglobulin dengan susunan asam amino primer yang sesuai; berdasarkan urutan asam amino ini, rantai-rantai ini melipat secara spontan menjadi bentuk bulat yang disukai dengan tempat-tempat penggabung antigen yang khas (Gambar 4.1).

Suatu analogi mungkin dapat membantu dalam membandingkan kedua teori ini. Bila kita memikirkan pembelian suatu seielah pakaian, ada dua kemungkinan yang dapat terjadi. Kita dapat menteintabhan peniahit untuk menjahitkan setelan pakaian sezuai ukuran, dalam hal ini kita bertindak sebagai cetakan bagi setelan yang akan dibuat. Kemungkinan lain ialah bahwa penjahit tersebut adalah seorang yang giat berusaha dan telah membuat sampai 10.000 setelan yang berlainan, salah satu di antaranya sudah paiti cocok bagi seorang pembeli; apa yang harus dilakukan hanyalah mencari dan memilih kecocokan yang terbaik untuk kita. Meskipun pada kedua keadaan, pengetahuan untuk membuat baju (bandingkan sintesa protein) ada, dalam keadaan perrama disediakan pola untuk bentuk terakhir (seperti yang dilakukan antigen), sedangkan pada keadaan kedua penjahit sendiri memiliki kemampuan untuk membuat pelbagai bentuk baju (keterangan yang sudah ada dalam ADN) sebelum bertemu dengan langganannya (antigen).