Mengatur Kelembaban Ruang Penetasan Telur Ayam

Mengatur Kelembaban Ruang Penetasan Telur Ayam

kelembaban

Mengatur Kelembaban Ruang Penetasan Telur Ayam – Pada artikel saya sebelumnya telah dibahas tentang cara mengatur suhu ruang mesin penetas telur yang benar dan kini saatnya saya berbagi info lagi tentang pentingnya mengatur kelembaban pada mesin tetas.

Agar embrio dapat berkembang dengan baik dan menetas hing­ga menghasilkan anak ayam normal, air di dalam telurnya harus menguap dengan laju penguapan yang tetap. Akibat penguapan tersebut kantung udara di dalam telur akan membesar. Untuk mencapai kondisi itu, mesin harus dilengkapi bak air yang berfungsi untuk menampung air sebagai sumber kelembapan dalam mesin tetas.

laju pertumbuhan telur

Laju pembesaran kantung udara yang baik pada telur ayam

Kelembaban ideal yang diperlukan dalam penetasan telur ayam adalah hari ke-1 hingga ke-18 sebesar 55—60%, sedangkan hari ke-19 hingga ke-21 sebesar 70%. Cara mengukur kelembapan dalam ruang penetasan dapat dengan rnenggunakan higrometer. Namun de-mikian, pada mesin tetas sederhana tidak selalu dilengkapi dengan alat ini, Sebagai patokan hanyalah dengan cara mengisi air sebanyak dua pertiga bagian bak air. Cara ini sudah cukup untuk mencapai kondisi kelembapan yang diinginkan.

Sebagaimana dengan suhu, kelembapan ruang penetasan dapat menjadi tinggi atau rendah, baik pada saat periode penetasan mau-pun pengeraman. Berikut beberapa kemungkinan adanya ketidak-stabilan kelembapan saat melakukan penetasan telur ayam dan cara mengatasinya.

  1. Kelembapan pengeraman telur ayam terlalu tinggi
    Kelembapan yang terlalu tinggi dalam ruang mesin tetas selama periode pengeraman dapat menyebabkan embrio terlalu dini meretak-kan (pipping) kerabang telur, anak ay am menetas terlalu dini, serta kondisi anak ayam kurang baik seperti tidak dapat berdiri.Untuk mengatasi kelembapan pengeraman yang terlalu tinggi, se-baiknya bak air dalam ruang penetasan hanya diisi dengan air sebanyak seperdua bagian bak air. Selain itu, sirkulasi udara dalam mesin tetas diusahakan lancar dengan cara membuka ventilasinya.
  1. Kelembapan penetasan telur ayam terlalu tinggi
    Kelembapan yang terlalu tinggi dalam ruang mesin tetas selama periode penetasan menyebabkan laju penguapan air tidak lancar karena terhambat. Embrio seolaholah tergantung dalam air. Anak ayam yang menetas akan lengket pada kerabang telur dan lembek.Untuk mengatasi kelembapan penetasan telur ayam yang terlalu tinggi ini dapat dilakukan seperti kalau kelembapan pengeramannya terlalu tinggi.
  1. Kelembapan pengeraman telur ayam terlalu rendah
    Kelembapan yang terlalu rendah dalam ruang mesin tetas selama periode pengeraman menyebabkan telur akan terlambat menetas. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya bak air diisi sebanyak dua pertiga bagiannya dan diberi kain lap. Dengan pemberian kain lap ini maka kelembapan akan meningkat.
  1. Kelembapan penetasan telur ayam terlalu rendah
    Kelembapan yang terlalu rendah dalam ruang mesin tetas selama periode penetasan menyebabkan laju penguapan air terlalu cepat sehingga embrio kekurangan air. Anak ayam yang menetas akan ke-keringan dan dengan mata tertutup. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan seperti kalau kelembapan pengeraman terlalu rendah. Se­lain itu, pembukaan pintu mesin tetas dikurangi atau jangan terlalu lama. Untuk itu pembalikan telurnya hanya dilakukan tiga kali sehari.

Lanjutan Halaman Ini >> Sirkulasi Udara yang Baik Ruang Penetasan